Jadi, bagaimana sebenarnya cara untuk pergi ke semesta yang lain itu?? Satu-satunya cara yang memungkinkan adalah dengan menggunakan fasilitas bernama wormhole (bukan lubang cacing yang sebenarnya ya..hha), tapi dimana wormhole ini berada?? Menurut novel, tempat yang paling sesuai adalah di dalam busa kuantum. Nah loh, apa pula itu busa kuantum?

Busa kuantum: Sisa-sisa pembentukan alam semesta, yang berupa dimensi subatomik. Dimensi ini memiliki semacam riak/busa dan kemungkinan besar terdapat wormhole di dalamnya.

Masalahnya sekarang adalah: Bagaimana bisa manusia memasuki wormhole yang berada di dalam busa kuantum, sedangkan ukuran busa kuantum sendiri lebih kecil dari ukuran satu atom?

Jawabannya adalah dengan menranskripsikan (mengode, seperti DNA ditranskripsi ke RNA messenger) manusia ke dalam bentuk elektron yang kemudian bisa dilewatkan ke busa kuantum tersebut. (analoginya adalah seperti mengirim tulisan lewat mesin faks, yang pindah bukan kertasnya, tapi hanya datanya. Mesin faks di tempat tujuan hanya menyediakan kertas kosong saja) Loh? Gimana cara menerjemahkan semua informasi yang ada pada manusia menjadi kode dalam waktu singkat? Dengan super komputer berprosesor enam belas ribu saja dibutuhkan waktu bertahun-tahun.

Dasar namanya juga cerita fiksi, perusahaan pembuat alat transportasi ruang yang ada di novel ini (namanya ITC, “International Technology Company” kalau benar, yah mirip-mirip itu deh) telah berhasil merakit sebuah komputer kuantum yang berprosesor tiga puluh dua milyar (32000000000, perhatikan berapa buah angka nol nya, hehe). Ckck, kalau dipakai buat nginstall game yang kaya GTA san andreas (4GB an) berapa detik tuh selesainya? seperseribu atau sepersejuta detik mungkin ya, haha. Dengan kecepatan yang dimiliki komputer kuantum, maka manusia bisa diterjemahkan menjadi kode dalam waktu beberapa menit saja. Setelah selesai dikode, maka seseorang bisa melewati wormhole yang ada di busa kuantum dalam bentuk aliran elektron dan… sampailah orang itu ke masa lain dunia yang berada di semesta lain.

Secara keseluruhan, jalan cerita novelnya cukup menarik. Walaupun bagian yang membuat saya terkagum-kagum adalah teori perjalanan ruang-waktunya, tapi konflik yang dialami para tokohnya lumayan menarik. Setting tempat yang bertema Prancis zaman pertengahan, yaitu saat mereka sedang berperang melawan tentara Inggris sangat menggugah imajinasi dan mengingatkan akan masa kecil saya dulu..haha bohong.

Yah, jadi untuk yang mengaku sebagai sci-fi freak, novel ini tidak akan membuat anda menyesal karena telah membacanya…shady